KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Festival Olahraga dan Seni Budaya Regional yang diselenggarakan pada 20-28 Maret 2026 lalu. Melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya, institusi pendidikan ini berhasil membuktikan bahwa pengembangan karakter holistik menjadi prioritas utama dalam mengelola mahasiswa berkualitas.
Penyelenggaraan festival yang melibatkan 47 perguruan tinggi se-Sulawesi Tenggara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar ruang kelas. Festival bertempat di Kompleks Olahraga Baruga, Kendari, selama sembilan hari penuh dengan berbagai pertandingan seru dan penampilan seni yang memukau.
Pencapaian Bergengsi di Berbagai Cabang Olahraga
Delegasi mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya yang terdiri dari 85 atlet berhasil meraih 12 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Prestasi ini menempatkan Program Studi Teknik Sipil sebagai kontributor terbesar bagi perolehan medali Universitas Mandala Waluya secara keseluruhan.
Dalam cabang olahraga bola voli putra, tim Teknik Sipil berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim Teknik Informatika Universitas Haluoleo dalam pertandingan final yang berlangsung sengit. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-1 setelah melalui lima set yang penuh dramatis dan menguji ketangguhan mental kedua tim.
“Tim voli putra kami menunjukkan performa yang sangat konsisten sepanjang turnamen. Mereka tidak hanya mengandalkan teknik, tetapi juga menunjukkan semangat juang yang luar biasa,” ujar Bambang Sutrisno, Ketua Program Studi Teknik Sipil, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Senin (31 Maret 2026).
Selain itu, cabang olahraga lari jarak menengah 1500 meter juga menjadi kebanggaan tersendiri. Mahasiswa angkatan 2023, Rinto Wahyudi, berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 4 menit 12 detik, memecahkan rekor kejuaraan sebelumnya yang dipegang oleh atlet dari Universitas Negeri Kendari. Prestasi ini menciptakan momentum positif bagi tim atletik Universitas Mandala Waluya.
Dalam cabang sepak bola, meski tidak berhasil meraih juara utama, tim Teknik Sipil tetap menjadi salah satu peserta yang ditakuti. Mereka berhasil lolos hingga semifinal dan meraih medali perunggu setelah kalah dalam pertandingan penentuan peringkat tiga dengan tim dari Universitas Borneo Tarakan.
Prestasi Luar Biasa di Cabang Seni dan Budaya
Tidak hanya di bidang olahraga, mahasiswa Teknik Sipil juga menunjukkan kreativitas tinggi dalam ajang seni dan budaya. Kelompok tari tradisional “Cahaya Banua” yang beranggotakan 15 mahasiswa berhasil meraih juara umum dalam kategori tari kelompok dengan pertunjukan yang menampilkan kolaborasi seni tari Sulawesi Tenggara dengan sentuhan modern.
“Kami menyusun koreografi selama tiga bulan dengan mempertimbangkan filosofi budaya lokal. Setiap gerakan memiliki makna mendalam yang ingin kami sampaikan kepada penonton,” jelas Siti Nur Azizah, Ketua Kelompok Tari Cahaya Banua dan mahasiswa semester lima Teknik Sipil, dengan antusiasme yang terlihat jelas.
Pertunjukan tari tersebut mendapat standing ovation dari ribuan penonton yang hadir di Stadion Baruga. Juri internasional yang didatangkan dari Jakarta juga memberikan pujian tinggi atas kualitas pertunjukan dan interpretasi budaya yang ditampilkan oleh mahasiswa Universitas Mandala Waluya.
Dalam kategori seni vokal grup, tim “Harmoni Sipil” yang terdiri dari delapan mahasiswa berhasil meraih medali perak. Mereka mempersembahkan lagu-lagu kontemporer dengan sentuhan musik tradisional yang membuat pertunjukan mereka unik dan berkesan. Penampilan mereka dalam membawakan lagu “Tanah Airku” versi modern mendapat sorot khusus dari para juri.
Selain itu, dalam kategori seni rupa dan desain, mahasiswa Teknik Sipil juga menunjukkan bakat mereka. Karya instalasi seni “Pembangunan Berkelanjutan” yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa Teknik Sipil dan Seni Rupa berhasil meraih juara ketiga. Karya ini menampilkan konsep green building dan arsitektur ramah lingkungan melalui medium yang inovatif.
Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan mahasiswa Teknik Sipil dalam festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi Universitas Mandala Waluya. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Suryanto, M.Sc., menyatakan komitmen universitas terhadap pengembangan mahasiswa yang holistik.
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas bukan hanya ahli di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan fisik, mental, dan kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, kami terus mendukung setiap kegiatan olahraga dan seni budaya yang melibatkan mahasiswa,” ujar Prof. Suryanto dalam pernyataan resmi kepada pers kampus.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa investasi universitas dalam fasilitas olahraga dan seni budaya telah diperkuat dengan pembangunan studio tari baru, lapangan olahraga indoor, dan ruang kreatif seni yang dilengkapi dengan peralatan modern. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki akses yang sama untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka,” lanjut Prof. Suryanto.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Hj. Erna Sunarti, S.T., M.T., juga memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa Teknik Sipil atas dedikasi dan kerja keras mereka.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Sipil tidak hanya pandai dalam hal teori dan praktik teknik, tetapi juga memiliki jiwa seni dan sportivitas yang tinggi. Ini adalah sumber kebanggaan bagi seluruh keluarga Universitas Mandala Waluya,” terang Dr. Erna dengan senyuman lebar.
Pelatihan Intensif dan Komitmen Mahasiswa
Kesuksesan ini didukung oleh program pelatihan intensif yang telah dimulai sejak Januari 2026. Setiap cabang olahraga dan seni budaya memiliki pelatih profesional yang berpengalaman, baik dari internal universitas maupun dari luar yang didatangkan khusus.
Pelatih Voli Putra, Agus Hermawan, seorang atlet voli profesional yang pernah bermain di klub tingkat nasional, menjelaskan metodologi latihan yang diterapkan. “Kami fokus pada tiga aspek: teknik, taktik, dan mental. Latihan dilakukan enam kali seminggu dengan durasi dua hingga tiga jam setiap sesinya. Semua pemain juga menjalani program kondisi fisik dan nutrisi yang ketat,” ungkap Agus.
Komitmen mahasiswa juga terlihat dari disiplin mereka menghadiri latihan meskipun harus menyesuaikan dengan jadwal akademik yang padat. Rinto Wahyudi, pemenang medali emas lari 1500 meter, mengatakan bahwa ia meluangkan waktu minimal dua jam setiap hari untuk latihan lari, di samping memenuhi tugas-tugas kuliahnya.
“Saya memulai latihan sebelum fajar dan menyelesaikannya sebelum jam kuliah dimulai. Disiplin adalah kunci. Tanpa komitmen penuh, tidak akan ada prestasi,” ungkap Rinto dengan tekad yang kuat.
Dampak Positif bagi Citra Kampus
Prestasi gemilang yang diraih mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya dalam festival ini membawa dampak positif yang signifikan bagi citra kampus secara keseluruhan. Universitas Mandala Waluya kini dikenal tidak hanya sebagai institusi dengan akreditasi akademik yang baik, tetapi juga sebagai penghasil mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga dan seni budaya.
Media massa lokal dan nasional turut meliput prestasi ini, memberikan visibilitas tinggi kepada Universitas Mandala Waluya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar ke universitas, khususnya Program Studi Teknik Sipil.
Selain itu, prestasi ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara mahasiswa Teknik Sipil. Kesuksesan bersama telah menciptakan iklim positif yang menginspirasi mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi diri mereka masing-masing.
Rencana Keberlanjutan dan Pengembangan ke Depan
Mengakhiri momen prestasi ini, Ketua Program Studi Teknik Sipil, Bambang Sutrisno, mengungkapkan rencana pengembangan lebih lanjut untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi mahasiswa.
“Tahun depan, kami akan menambah kategori cabang olahraga dan seni budaya yang diikuti. Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelatihan dengan menghadirkan pelatih-pelatih terbaik. Investasi dalam fasilitas juga akan terus ditingkatkan,” jelas Bambang.
Program Studi Teknik Sipil juga merencanakan untuk mengadakan kompetisi internal yang lebih rutin sebagai sarana untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat mahasiswa sejak dini. “Kami ingin menciptakan budaya olahraga dan seni yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa Teknik Sipil,” tambah Bambang.
Penutup
Pencapaian mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya dalam Festival Olahraga dan Seni Budaya Regional 2026 membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya mengandalkan aspek akademik semata. Pengembangan karakter holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan kreativitas menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkarakter.
Dengan dukungan penuh dari institusi dan komitmen tinggi dari mahasiswa, Universitas Mandala Waluya terus membuktikan posisinya sebagai salah satu universitas terdepan di wilayah Sulawesi Tenggara. Semoga prestasi ini menjadi awal dari serangkaian pencapaian gemilang yang akan terus diraih oleh mahasiswa Universitas Mandala Waluya di masa depan.
—
Penulis: Dewi Lestari
Jurnalis Kampus Universitas Mandala Waluya
Kendari, 31 Maret 2026
Jumlah kata: 1.847 kata