Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, kembali membuktikan kompetensinya di panggung internasional dan nasional. Dua prestasi gemilang berhasil diraih mahasiswanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni kemenangan pada ajang Kompetisi Jembatan Internasional se-Asia Tenggara yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, serta juara pertama dalam Lomba Desain Infrastruktur Berkelanjutan yang digelar di Jakarta.
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas dan dedikasi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya tidak kalah dengan institusi pendidikan terkemuka lainnya di Indonesia, bahkan mampu bersaing di kelas internasional. Seiring dengan semakin banyaknya penghargaan yang diterima, universitas ini semakin diakui sebagai pusat keunggulan pendidikan teknik sipil di kawasan Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Pencapaian Mahasiswa
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya telah memiliki sejarah panjang dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berdedikasi. Sejak didirikan pada tahun 2005, program studi ini terus melakukan inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran, disesuaikan dengan perkembangan industri konstruksi modern dan kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional.
Lokasi kampus di Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memberikan keuntungan geografis bagi mahasiswa untuk mempelajari infrastruktur lokal. Daerah ini sedang mengalami perkembangan pesat dalam sektor pembangunan, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga proyek-proyek strategis lainnya. Kondisi ini menjadi laboratorium hidup yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung.
Semester ini, lebih dari 450 mahasiswa aktif terdaftar di Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya. Mereka dibimbing oleh 35 dosen tetap dan 12 dosen tidak tetap yang mayoritas memiliki pengalaman industri selama puluhan tahun.
### Kemenangan Kompetisi Jembatan Internasional
Pencapaian pertama yang membanggakan terjadi pada Kompetisi Jembatan Internasional se-Asia Tenggara (Southeast Asian Bridge Competition 2026) yang berlangsung pada 18–22 Maret 2026 di Bangkok Convention Center, Thailand. Kompetisi ini menghadirkan 47 tim dari 12 negara, termasuk universitas-universitas terkemuka dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
Tim Universitas Mandala Waluya yang terdiri dari enam mahasiswa Program Studi Teknik Sipil berhasil meraih juara pertama dalam kategori Bridge Model Design. Tim ini dipimpin oleh Anugrah Pratama, mahasiswa tingkat akhir dari kelompok bidang Struktur dan Konstruksi. Anggota tim lainnya adalah Siti Nurhaliza, Muhammad Rafi Hidayat, Dewi Kusuma Sari, Hendra Wijaya, dan Khalid Ardiansyah.
Desain jembatan yang mereka ciptakan mengusung konsep “Sustainable Hybrid Arch Bridge Design” yang menggabungkan teknologi konstruksi tradisional dengan inovasi material ramah lingkungan. Jembatan dalam model mereka menggunakan kombinasi baja berkualitas tinggi dan komposit polimer yang didaur ulang, sehingga mampu mengurangi jejak karbon hingga 35 persen dibandingkan dengan desain jembatan konvensional.
Selain kemenangan utama, tim ini juga menerima penghargaan khusus untuk kategori “Most Innovative Environmental Solution” yang menunjukkan apresiasi internasional terhadap pendekatan keberlanjutan yang mereka tawarkan.
“Kami sangat bersyukur karena desain kami tidak hanya dinilai dari segi teknis, tetapi juga dari perspektif dampak lingkungan. Ini membuktikan bahwa engineer muda Indonesia mampu berpikir global dan bertindak lokal,” ujar Anugrah Pratama saat wawancara khusus pada 10 April 2026.
### Juara Lomba Desain Infrastruktur Berkelanjutan Nasional
Kesuksesan internasional diikuti dengan prestasi nasional yang tidak kalah membanggakan. Pada 5 April 2026, pengumuman Lomba Desain Infrastruktur Berkelanjutan Nasional 2026 (National Sustainable Infrastructure Design Competition) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta menetapkan Universitas Mandila Waluya sebagai pemenang kategori “Jembatan dan Struktur Lintas Perairan”.
Peserta lomba ini mencakup 78 tim dari 52 universitas di seluruh Indonesia. Kompetisi ini mengambil tema besar “Membangun Infrastruktur yang Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan Untuk Indonesia 2045”.
Tim pemenang Universitas Mandala Waluya dipimpin oleh Nabila Azzahra Mahendra, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Sipil. Anggota tim lainnya adalah Eka Pratiwi, Bambang Suryanto, Farah Dhini Putri, dan Rizki Maulana Putra.
Karya mereka berjudul “Jembatan Adaptif Pasang Surut untuk Konektivitas Pesisir Indonesia” menghadirkan inovasi jembatan yang mampu beradaptasi dengan fluktuasi pasang surut air laut. Desain ini sangat relevan mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan wilayah pesisir yang membutuhkan infrastruktur penghubung yang resilient.
“Jembatan kami dirancang dengan sistem cable-stayed adaptif yang dapat menyesuaikan ketinggian sesuai dengan perubahan elevasi air. Hal ini menyelesaikan masalah infrastruktur konektivitas pesisir yang selama ini sulit dijawab,” jelas Nabila Azzahra Mahendra dalam presentasinya di Jakarta.
Desain inovatif ini akan dipelajari lebih lanjut oleh Kementerian PUPR untuk potensi penerapannya di berbagai wilayah pesisir Indonesia, terutama di kawasan timur.
### Respons Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Eng., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian mahasiswa dan dosen pembimbing. Dalam wawancara eksklusif pada 9 April 2026, beliau menyampaikan kebanggaannya.
“Prestasi ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan visi yang jelas dari mahasiswa kami serta bimbingan intensif dari dosen-dosen yang sangat kompeten. Universitas Mandala Waluya telah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan teknik sipil yang dinamis dan inovatif. Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul di akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan Indonesia,” ujar Prof. Bambang.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Tahun ini kami menargetkan setidaknya lima tim mahasiswa kami yang akan berkompetisi di tingkat internasional. Kami juga akan memperkuat pusat penelitian dan inovasi dalam infrastruktur berkelanjutan,” lanjutnya.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Mandala Waluya, Dr. Ir. Siti Rahayuningsih, S.T., M.T., juga memberikan pernyataan mendalam tentang upaya pengembangan program studi.
“Program Studi Teknik Sipil kami tidak hanya mengajarkan teori dan perhitungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika profesional, inovasi, dan keberlanjutan. Mahasiswa kami dibekali dengan soft skills dan hard skills yang relevan dengan industri. Dosen-dosen kami secara rutin mengikuti seminar internasional dan melakukan penelitian yang publikasinya di jurnal internasional bereputasi,” papar Dr. Siti Rahayuningsih.
### Dukungan Dosen Pembimbing
Kesuksesan tim mahasiswa tentu tidak terlepas dari bimbingan intensif dosen-dosen berpengalaman. Dosen pembimbing utama untuk tim juara Kompetisi Jembatan Internasional adalah Dr. Ir. Hendra Gunawan, M.Sc., yang memiliki pengalaman 20 tahun di bidang desain struktur jembatan. Beliau sebelumnya juga pernah memenangkan berbagai penghargaan desain internasional.
“Saya bangga melihat mahasiswa kami tidak takut untuk berinovasi. Mereka berani keluar dari zona nyaman dan mencoba pendekatan yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam membimbing, saya tidak hanya memberikan jawaban, tetapi mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mencari solusi sendiri,” kata Dr. Hendra Gunawan.
Sementara itu, dosen pembimbing untuk tim Lomba Desain Infrastruktur Berkelanjutan adalah Prof. Dr. Ir. Suharso, Ph.D., seorang ahli dalam bidang infrastruktur pesisir dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Beliau memiliki publikasi lebih dari 60 artikel ilmiah internasional.
“Desain jembatan adaptif yang dikembangkan tim Nabila memiliki potensi besar untuk diterapkan di Indonesia. Saya yakin karya ini akan membuka peluang kolaborasi dengan institusi penelitian internasional dan perusahaan engineering multinasional,” ungkap Prof. Suharso dengan antusias.
### Dampak bagi Pengembangan Program Studi dan Kampus
Prestasi gemilang ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya. Pertama, meningkatkan reputasi dan kredibilitas institusi di tingkat nasional dan internasional. Semakin banyak universitas dan organisasi internasional yang menunjukkan minat untuk berkolaborasi dengan kampus ini.
Kedua, pencapaian ini menarik perhatian industri. Beberapa perusahaan konstruksi dan engineering terkemuka di Indonesia telah mengajukan proposal untuk melakukan kerja sama riset dan pengembangan dengan Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya.
Ketiga, prestasi mahasiswa memberikan motivasi bagi calon mahasiswa baru. Setiap tahun, peminat Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya terus meningkat, mencapai rasio penerimaan yang sangat kompetitif.
Keempat, pencapaian ini menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum. Universitas mulai mengintegrasikan lebih banyak mata kuliah terkait infrastruktur berkelanjutan, green technology, dan resilience engineering ke dalam program pembelajaran.
### Rencana Pengembangan Ke Depan
Mengikuti momentum kesuksesan ini, Universitas Mandala Waluya menetapkan beberapa rencana strategis. Pertama, pembukaan Center of Excellence for Sustainable Infrastructure Design yang akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.
Kedua, peningkatan kerjasama internasional dengan universitas-universitas terkemuka di Asia Tenggara, khususnya dalam hal pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi penelitian.
Ketiga, pengadaan fasilitas laboratorium dan workshop yang lebih modern untuk mendukung pembelajaran praktis mahasiswa.
Keempat, peningkatan kesempatan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui program pendanaan khusus.
### Penutup
Prestasi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya yang berhasil meraih juara di Kompetisi Jembatan Internasional se-Asia Tenggara dan Lomba Desain Infrastruktur Berkelanjutan Nasional adalah bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas dan inovasi dapat lahir dari mana saja, tidak hanya dari universitas-universitas di pusat kota besar.
Universitas Mandala Waluya, dengan lokasi di Kendari, telah menunjukkan komitmen seriusnya dalam menghasilkan engineer muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki visi untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini akan terus berkembang dan menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan memberikan dampak positif bagi Indonesia dan dunia. Sebagaimana pesan dari Rektor, bahwa “pendidikan teknik sipil bukan sekadar tentang membangun struktur fisik, tetapi membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.”
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus Universitas Mandala Waluya
Kendari, 11 April 2026