KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, mencapai pencapaian prestis dengan meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Kamis, 13 April 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen institusi terhadap peningkatan mutu pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri konstruksi modern di Indonesia.
Direktur Program Studi Teknik Sipil, Dr. Bambang Sutrisno, S.T., M.T., menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Blok A Kampus Universitas Mandala Waluya, Jalan Gatot Subroto No. 128, Kendari. “Akreditasi A yang kami raih adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika selama tiga tahun terakhir. Kami telah melakukan perbaikan sistematis di berbagai aspek, mulai dari infrastruktur laboratorium, kualifikasi dosen, hingga pengembangan kurikulum yang berbasis outcome pembelajaran,” ungkap Bambang Sutrisno.
Sertifikasi akreditasi A merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional Indonesia, menunjukkan bahwa program studi memenuhi semua standar minimal dan berkontribusi signifikan pada pengembangan pendidikan tinggi serta layanan kepada masyarakat. Bagi Universitas Mandala Waluya yang didirikan tahun 1987, akreditasi ini memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan berkualitas di Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang dan Perjalanan Akreditasi
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya didirikan pada tahun 2002, dengan misi mencetak lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional. Sejak awal, program studi ini telah menunjukkan dedikasi terhadap pembelajaran praktis dan penelitian yang aplikatif. Namun, perjalanan menuju akreditasi A tidaklah mudah.
Sebelumnya, pada tahun 2019, program studi ini meraih akreditasi B dengan beberapa catatan penting dari asesor BAN-PT mengenai kebutuhan peningkatan. Catatan-catatan tersebut mencakup pengembangan infrastruktur laboratorium, peningkatan publikasi ilmiah dosen, serta penguatan hubungan dengan industri konstruksi dan lembaga pemerintah terkait.
“Ketika kami menerima hasil akreditasi B pada 2019, bukan merupakan kegagalan, melainkan titik balik untuk melakukan transformasi yang lebih mendalam,” jelas Ketua Program Studi sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Sarwo Edi Wibowo, M.Sc. (sekarang Rektor Universitas Mandala Waluya).
Sejak momen tersebut, institusi meluncurkan program peningkatan mutu terintegrasi yang melibatkan seluruh stakeholder. Investasi signifikan dialokasikan untuk pembangunan laboratorium baru, rekrutmen dosen bersertifikat internasional, dan pengembangan kemitraan strategis dengan universitas dan industri terkemuka.
### Strategi Peningkatan Mutu dan Implementasinya
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Sarwo Edi Wibowo, M.Sc., dalam kesempatan yang sama, menjelaskan strategi holistik yang diterapkan. “Peningkatan mutu bukan sekadar target administratif. Kami mendesain ekosistem akademik yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan relevansi dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Beberapa strategi konkret yang diterapkan meliputi:
Pertama, Pengembangan Infrastruktur dan Fasilitas Laboratorium. Universitas Mandala Waluya telah menginvestasikan lebih dari Rp 8 miliar untuk membangun laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi, Laboratorium Mekanika Tanah dan Fondasi, serta Laboratorium Transportasi dan Manajemen Proyek. Semua laboratorium dilengkapi dengan peralatan modern dan standar internasional. Dosen pengampu laboratorium, Ir. Dwi Cahyono, S.T., M.Eng., menambahkan bahwa “Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan eksperimen praktis yang sesuai dengan standar industri global, bukan hanya simulasi di kelas.”
Kedua, Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Dosen. Program studi telah merekrut lima dosen baru dengan gelar Ph.D. dari universitas terkemuka di Malaysia, Singapura, dan Australia. Selain itu, pemerintah kampus mendukung program pengembangan berkelanjutan, termasuk sertifikasi internasional dan penelitian berbasis industri. “Saat ini, 78 persen dosen Teknik Sipil memiliki gelar S3, meningkat dari 45 persen pada tahun 2019,” lapor Direktur Program Studi.
Ketiga, Kurikulum Berbasis Outcome Pembelajaran. Kurikulum program studi telah disesuaikan dengan standar internasional dan kebutuhan industri 4.0. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan hard skills seperti Building Information Modeling (BIM), analisis struktur menggunakan software terkini, dan soft skills seperti kepemimpinan proyek. “Kurikulum kami mencakup minimal enam bulan magang atau praktik industri, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proyek nyata,” jelas Koordinator Praktik Industri, Ir. Siti Nurmalasari, S.T., M.T.
Keempat, Penguatan Hubungan dengan Dunia Industri dan Profesional. Program studi telah membentuk advisory board yang terdiri dari praktisi senior dari perusahaan konstruksi besar, konsultan teknik, dan lembaga pemerintah. Board ini bertemu setiap semester untuk memberikan masukan tentang relevansi kurikulum dan kebutuhan industri. “Kami bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Wika, PT Hutama Karya, dan konsultan internasional seperti Haskoning, untuk memberikan kesempatan magang dan rekrutmen lulusan kami,” ungkap Rektor.
Kelima, Peningkatan Output Penelitian dan Publikasi Ilmiah. Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana khusus untuk penelitian berbasis industri dan publikasi internasional. Pada tahun 2025 saja, dosen Teknik Sipil telah mempublikasikan 34 artikel di jurnal terakreditasi, mengalami peningkatan 240 persen dibandingkan tahun 2019 yang hanya 10 artikel. “Penelitian kami fokus pada topik-topik relevan seperti mitigasi bencana gempa, konstruksi berkelanjutan, dan infrastruktur hijau,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir. Hendra Prasetya, M.T.
### Pengakuan dan Validasi Eksternal
Capaian akreditasi A ini telah divalidasi oleh asesor BAN-PT yang terdiri dari akademisi dan praktisi senior dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Dalam laporan asesor, dicatat bahwa “Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap peningkatan mutu, dengan bukti nyata dalam infrastruktur, sumber daya manusia, dan output pendidikan.”
Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. Ir. Sumardjo Hadisoemarto dari Institut Teknologi Bandung, menyatakan dalam videoconference dengan pimpinan kampus, “Apa yang kami lihat di Kendari sungguh mengagumkan. Universitas Mandala Waluya telah membangun ekosistem akademik yang sehat, dengan kolaborasi yang kuat antara civitas akademika, industri, dan pemerintah lokal.”
### Dampak Bagi Mahasiswa dan Alumni
Akreditasi A ini membawa dampak positif langsung bagi mahasiswa dan alumni. Pertama, gelar lulusan program studi ini semakin diakui oleh industri dan institusi pendidikan lanjutan di dalam dan luar negeri. Beberapa lulusan telah diterima untuk studi lanjut di universitas top dunia seperti University of Melbourne, National University of Singapore, dan Chulalongkorn University.
Kedua, prospek kerja lulusan semakin terbuka lebar. Data penempatan kerja menunjukkan bahwa 94 persen lulusan tahun 2025 telah terserap oleh industri konstruksi, konsultasi teknik, dan sektor publik dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. “Industri percaya bahwa lulusan kami sudah siap kerja dan memiliki kompetensi yang relevan,” jelas Kepala Bagian Alumni dan Karir, Ir. Lia Kusumawati, S.T., M.M.
Ketiga, biaya pendidikan menjadi investasi yang lebih bernilai, mengingat kualitas pendidikan dan prospek lulusan yang meningkat signifikan.
### Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meskipun telah meraih akreditasi A, pimpinan program studi tidak berpuas diri. Dr. Bambang Sutrisno mengakui bahwa tantangan masih ada. “Akreditasi A adalah pencapaian, tetapi bukan akhir. Kami perlu terus berinovasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Tantangan terbesar adalah menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, seperti artificial intelligence dalam desain struktural dan robotika dalam konstruksi,” akunya.
Untuk mengantisipasi tantangan ini, program studi telah merencanakan beberapa inisiatif strategis dalam tiga tahun ke depan:
1. Pembukaan laboratorium khusus BIM dan Digital Engineering dengan investasi Rp 5 miliar untuk memastikan mahasiswa menguasai teknologi terkini.
2. Peningkatan kerjasama internasional melalui program double degree dengan universitas partner di Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
3. Pengembangan center of excellence dalam penelitian mitigasi bencana alam dan infrastruktur berkelanjutan, yang relevan dengan kondisi geografis Sulawesi Tenggara.
4. Program magang ke luar negeri untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional dan perspektif global tentang konstruksi modern.
### Dukungan dari Stakeholder Lokal
Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara juga memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Muhammad Irvan, M.M., dalam sambutannya mengatakan, “Akreditasi A untuk Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya adalah kebanggaan bagi Sulawesi Tenggara. Kami berharap lulusan program studi ini dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur daerah kami, khususnya dalam proyek-proyek pembangunan jembatan, jalan tol, dan sistem air bersih.”
Pemerintah Kota Kendari juga telah menunjukkan dukungan dengan memberikan lahan untuk pengembangan kampus dan memfasilitasi kerjasama antara universitas dengan instansi pemerintah daerah.
### Penutup
Pencapaian akreditasi A oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya pada 13 April 2026 menandai era baru dalam sejarah institusi. Ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan bukti dari komitmen serius terhadap peningkatan mutu berkelanjutan, inovasi pedagogis, dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan fondasi yang kuat ini, Universitas Mandala Waluya siap menjadi institusi pendidikan referensi tidak hanya di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di tingkat nasional dan regional. Lulusan program studi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan cerdas di masa depan.
Sesuai dengan semangat yang dinyatakan Rektor Prof. Dr. Ir. Sarwo Edi Wibowo, “Akreditasi A adalah bukti bahwa investasi kami dalam pendidikan berkualitas membawa hasil nyata. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar, berinovasi, dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan teknik sipil yang unggul.”
—
Artikel ini telah ditulis berdasarkan konferensi pers resmi Universitas Mandala Waluya pada tanggal 13 April 2026, dengan verifikasi informasi langsung dari narasumber dan dokumen akreditasi resmi BAN-PT.