KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, mencatat pencapaian luar biasa dalam penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang digelar selama dua minggu terakhir. Acara yang dimulai pada tanggal 1 April lalu dan berakhir 14 April 2026 ini berhasil menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai program studi dengan menampilkan sekitar 30 cabang olahraga dan 15 kategori seni budaya yang memukau.
Dalam festival bergengsi yang menjadi ajang tahunan untuk menampilkan bakat dan potensi mahasiswa ini, mahasiswa Teknik Sipil menunjukkan performa cemerlang tidak hanya dalam kompetisi olahraga, tetapi juga dalam berbagai pertunjukan seni budaya yang memperkaya khazanah budaya lokal Sulawesi Tenggara. Keterlibatan aktif mahasiswa Teknik Sipil dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen mereka terhadap pengembangan diri yang holistik, melampaui keahlian teknis yang menjadi fokus utama kurikulum akademik mereka.
Marwan Syamputra, Dekan Fakultas Teknik Universitas Mandala Waluya, mengatakan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian integral dari visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga seimbang dalam pengembangan karakter dan kepribadian.
“Kami sangat bangga melihat mahasiswa Teknik Sipil kami terlibat penuh dalam festival ini. Mereka menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi, kerja sama tim yang solid, dan dedikasi yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa pendidikan di Universitas Mandala Waluya tidak hanya fokus pada pengajaran teknis, melainkan juga mengembangkan soft skills dan karakter yang diperlukan untuk menjadi profesional sejati,” ujar Marwan Syamputra saat ditemui di Ruang Dekanat Fakultas Teknik, Selasa (15/4/2026).
### Prestasi Olahraga yang Membanggakan
Dalam cabang olahraga, mahasiswa Teknik Sipil berhasil meraih medali emas dalam kategori olahraga bola voli putra. Tim yang dilatih oleh Eka Pratama, seorang mahasiswa semester VIII, menunjukkan permainan yang solid dengan strategi pertahanan dan penyerangan yang terkoordinasi dengan baik. Mereka berhasil mengalahkan tim dari Program Studi Teknik Mesin dalam final dengan skor 3-1 yang cukup dominan.
“Persiapan kami memang sangat intensif. Kami melakukan latihan tiga kali seminggu selama tiga bulan sebelum festival. Tim ini terdiri dari 12 pemain, dan semua memiliki komitmen yang sama untuk memberikan yang terbaik. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari teman-teman lain yang selalu memberi semangat,” ungkap Eka Pratama, Captain Tim Voli Putra Teknik Sipil, dengan wajah yang masih bersinar penuh kebanggaan.
Selain voli putra, mahasiswa Teknik Sipil juga meraih medali perak dalam cabang olahraga sepak bola lima-a-side (futsal) putra. Tim futsal mereka, yang dipimpin oleh Riyanto Wijaya, seorang mahasiswa semester VI, berhasil menembus final setelah melewati beberapa laga yang sengit melawan program studi lainnya. Meskipun akhirnya kalah dari Tim Teknik Elektro dengan skor 3-2, performa mereka mendapat apresiasi tinggi dari juri dan penonton.
“Kami merasa sudah bermain dengan sebaik mungkin. Final adalah laga yang sangat ketat dan penuh dramatis. Meskipun hasilnya tidak seperti yang kami inginkan, kami tetap bangga karena sudah berjuang dengan maksimal. Pencapaian ini akan memotivasi kami untuk berpersiapan lebih baik di tahun depan,” kata Riyanto Wijaya dengan nada sedikit kecewa namun tetap optimis.
Prestasi olahraga mahasiswa Teknik Sipil tidak berhenti di sini. Dalam kategori atletik, Muhammad Arif Prayogo, mahasiswa semester IV, berhasil meraih medali emas dalam nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,85 detik. Performa Arif yang eksplosif ini memecahkan rekor kampus yang sebelumnya dipegang oleh mahasiswa Teknik Mesin dengan waktu 10,92 detik.
“Saya sangat senang bisa memecahkan rekor kampus. Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten dan dukungan penuh dari dosen pembimbing atletik kami. Saya berharap prestasi ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan melampaui batas-batas mereka,” ujar Muhammad Arif Prayogo saat meraih medali emas di atas podium pemenang.
### Kolaborasi Seni Budaya yang Memukau
Prestasi mahasiswa Teknik Sipil tidak terbatas pada bidang olahraga. Dalam kategori seni dan budaya, mereka juga menampilkan kreativitas yang luar biasa. Dalam kategori tari tradisional, kelompok mahasiswa Teknik Sipil yang terdiri dari 15 penari berhasil memenangkan juara pertama dengan menampilkan tarian Zapin modern yang menggabungkan gerak-gerak tradisional dengan visualisasi kontemporer.
Siti Nurhaliza, koordinator kelompok tari Teknik Sipil, menjelaskan bahwa konsep pertunjukan mereka dirancang untuk menunjukkan bahwa seni budaya tradisional masih relevan dan dapat diadaptasi dengan tren modern tanpa menghilangkan nilai-nilai autentiknya.
“Kami memilih Zapin karena ini adalah tarian yang sangat dekat dengan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Kami menambahkan unsur-unsur modern seperti lighting yang dramatis, musik yang disesuaikan dengan beat kontemporer, dan kostum yang memadukan tradisional dan modern. Hasilnya, pertunjukan kami mendapat sambutan yang luar biasa dari ribuan penonton yang hadir di lapangan Universitas Mandala Waluya,” jelas Siti Nurhaliza dengan antusias.
Tidak hanya dalam kategori tari, mahasiswa Teknik Sipil juga menunjukkan bakat mereka dalam bidang musik. Grup band mahasiswa Teknik Sipil bernama “Struktur” berhasil masuk dalam finalis kategori band modern dan meraih medali perunggu. Band yang terdiri dari lima anggota ini menampilkan lagu-lagu original karya mereka sendiri yang mengangkat tema tentang pendidikan, lingkungan, dan kehidupan mahasiswa.
Rizki Hendrik, gitaris dan vokalis Grup Band Struktur, mengatakan bahwa pengalaman tampil di festival ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan musik mereka kepada publik yang lebih luas.
“Menjadi mahasiswa Teknik Sipil tidak berarti kami harus meninggalkan passion kami terhadap musik. Kami percaya bahwa seni dan sains dapat berjalan beriringan. Festival ini memberikan platform bagi kami untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mahasiswa teknik juga memiliki sisi kreatif yang tidak kalah menarik,” ungkap Rizki Hendrik sambil memegang gitarnya dengan penuh kebanggaan.
### Dukungan Institusi dan Manfaat Jangka Panjang
Dr. Bambang Sutrisno, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mandala Waluya, menekankan pentingnya festival ini sebagai bagian dari strategi pengembangan mahasiswa yang komprehensif. Menurutnya, kegiatan olahraga dan seni budaya tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengembangkan berbagai kompetensi penting yang dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
“Festival ini adalah investasi kami untuk masa depan mahasiswa. Melalui kegiatan-kegiatan ini, mereka belajar tentang teamwork, leadership, manajemen stres, dan komunikasi interpersonal. Kompetensi-kompetensi ini sama pentingnya dengan pengetahuan teknis yang mereka pelajari di kelas. Kami mendorong semua mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler karena kami percaya bahwa pendidikan holistik adalah kunci kesuksesan mereka di masa depan,” papar Dr. Bambang Sutrisno dalam wawancara eksklusif di Ruang Wakil Rektor.
Antusiasme dari pihak institusi tercermin juga dalam dukungan finansial dan logistik yang diberikan untuk menyelenggarakan festival ini. Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana khusus senilai 500 juta rupiah untuk kebutuhan pelaksanaan festival, termasuk penyediaan venue, peralatan olahraga, sound system untuk pertunjukan seni, dan hadiah untuk para pemenang.
### Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Kampus
Keberhasilan festival ini tentu saja memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa Teknik Sipil dan kampus secara umum. Selain meningkatkan semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap program studi, prestasi-prestasi yang diraih juga meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya di mata publik. Beberapa media massa lokal dan nasional telah meliput acara ini dan memberikan pemberitaan yang positif tentang kemampuan dan dedikasi mahasiswa universitas ini.
Lebih dari itu, pengalaman mengikuti festival ini juga memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa tentang pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri. Banyak mahasiswa Teknik Sipil yang mengakui bahwa kegiatan ini telah membantu mereka menjadi lebih percaya diri, memiliki jaringan sosial yang lebih luas, dan memiliki pengalaman berharga untuk dicantumkan dalam curriculum vitae mereka.
Sinta Wijaya, mahasiswa semester VI yang aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mengatakan bahwa pengalaman mengikuti festival tahun ini telah mengubah perspektifnya tentang kehidupan kampus.
“Awalnya saya hanya fokus pada nilai akademik, tetapi setelah mengikuti berbagai kegiatan ini, saya menyadari bahwa kehidupan kampus lebih dari sekedar belajar di kelas. Saya belajar banyak hal tentang diri sendiri, tentang bagaimana bekerja dengan orang lain, dan tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Pengalaman ini akan saya bawa selamanya,” ujar Sinta Wijaya dengan matanya berbinar penuh makna.
### Penutup dan Harapan untuk Masa Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang baru saja berakhir membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, memiliki mahasiswa-mahasiswa yang berbakat dan berdedikasi tinggi. Prestasi yang mereka raih, baik dalam bidang olahraga maupun seni budaya, adalah bukti nyata dari komitmen institusi untuk mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh.
Ke depannya, diharapkan bahwa festival ini dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang dengan lebih besar lagi. Para pimpinan universitas telah menunjukkan komitmen mereka untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan sejenis sebagai bagian integral dari strategi pengembangan mahasiswa.
Dengan semangat yang sudah menghangat ini, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya siap melanjutkan perjalanan mereka baik di bidang akademik maupun dalam pengembangan diri mereka melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kesuksesan yang telah diraih bukan hanya sekadar piala dan medali, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membentuk karakter mereka menjadi profesional yang tidak hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan seimbang.
Dengan demikian, Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 telah meninggalkan warisan positif yang akan terus memotivasi generasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya untuk terus berinovasi, berdedikasi, dan memberikan yang terbaik, baik untuk diri sendiri maupun untuk kemajuan universitas dan masyarakat luas.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan liputan langsung pada penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa Universitas Mandala Waluya 2026 dan wawancara dengan berbagai narasumber dari institusi serta mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.