Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Studi Teknik Sipil, menghadirkan rangkaian acara akademik bertajuk “Seminar Nasional dan Webinar Infrastruktur Berkelanjutan 2026” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Kampus Utama Kendari ini menghadirkan para ahli konstruksi dan infrastruktur dari berbagai institusi nasional dan internasional untuk berbagi wawasan mendalam mengenai tantangan serta solusi inovatif dalam dunia konstruksi modern.
Acara yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta, meliputi mahasiswa, dosen, praktisi bidang teknik sipil, dan komunitas profesional lokal, menandai komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan kualitas akademik dan memperkuat positioning program studinya di tingkat nasional. Seminar ini menjadi wadah penting bagi generasi insinyur muda untuk mendapatkan pengetahuan terkini tentang tren teknologi konstruksi, manajemen proyek infrastruktur, serta praktik-praktik berkelanjutan dalam industri konstruksi.
Latar Belakang dan Urgensi Seminar
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya merupakan salah satu program akademik unggulan yang telah menghasilkan ribuan lulusan berkualitas sejak didirikan pada tahun 1998. Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kompleksitas proyek infrastruktur di Indonesia, program studi ini merasa perlu menghadirkan platform pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri terkini.
“Kami melihat bahwa lulusan Teknik Sipil tidak hanya dituntut untuk memahami konsep dasar, tetapi juga harus siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan tantangan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Dr. Ir. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Teknik Universitas Mandala Waluya, dalam sambutan pembukaan acara.
Kondisi infrastruktur Indonesia yang terus berkembang, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara seperti Kendari, menciptakan kebutuhan mendesak untuk mencetak tenaga ahli yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA ini dibagi menjadi tiga sesi utama dengan topik-topik yang relevan dengan perkembangan industri konstruksi kontemporer. Sesi pertama pagi difokuskan pada “Inovasi Teknologi Konstruksi dan Building Information Modeling (BIM),” sementara sesi siang membahas “Manajemen Infrastruktur Berbasis Keberlanjutan,” dan sesi malam menghadirkan diskusi panel tentang “Tantangan dan Peluang Pembangunan Infrastruktur di Era Digitalisasi.”
Pembicara utama seminar adalah Prof. Dr. Ir. Hendra Kusuma, Ph.D., dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dikenal luas sebagai pakar di bidang infrastruktur berkelanjutan dan manajemen proyek konstruksi besar. Prof. Hendra, yang telah terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur skala nasional dan internasional, membagikan pengalamannya tentang implementasi teknologi hijau dalam konstruksi modern.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor infrastruktur, namun tantangan utamanya adalah bagaimana kita dapat membangun dengan cepat tanpa mengorbankan lingkungan. Teknologi seperti BIM dan sustainable materials menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan tersebut,” papar Prof. Hendra dalam presentasinya yang berjudul “Green Construction: Solusi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi.”
Selain Prof. Hendra, seminar juga menghadirkan Ir. Siti Nurhaliza, MPM, Kepala Divisi Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang membahas strategi nasional dalam pengembangan infrastruktur jangka panjang dan peluang kolaborasi sektor publik-privat. Dalam presentasinya, Ir. Siti menekankan pentingnya peran generasi muda insinyur dalam mewujudkan visi Indonesia 2045.
“Visi Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045 membutuhkan infrastruktur yang kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami mengharapkan lulusan universitas seperti Universitas Mandala Waluya dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi tersebut dengan membawa inovasi dan dedikasi tinggi,” ujar Ir. Siti dalam sesi tanya jawab yang cukup interaktif.
Pembicara lainnya adalah Ir. Deddy Hermawan, Direktur Utama PT. Adhi Karya (Persero), salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, yang membahas pengalaman praktis dalam mengelola proyek-proyek besar mulai dari feasibility study hingga operasional. Ir. Deddy juga menyoroti kebutuhan industri terhadap talenta muda yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang baik.
Webinar Paralel dan Sesi Interaktif
Sebagai inovasi dalam format penyelenggaraan acara, universitas juga menyelenggarakan dua webinar paralel yang dapat diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai lokasi. Webinar pertama bertajuk “Teknologi IoT dan Smart Construction” dibawakan oleh Dr. Ir. Muhammad Rizki, M.Eng., dari Universitas Gadjah Mada, sementara webinar kedua mengangkat tema “Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi Berskala Besar” yang dipandu oleh Ir. Prasetyo Adi Wibowo, M.Sc., dari Universitas Diponegoro.
Kedua webinar ini mencatat partisipasi lebih dari 300 peserta daring yang tersebar di berbagai daerah, menunjukkan tingginya minat masyarakat luas terhadap topik-topik yang dibahas. Platform webinar yang digunakan adalah sistem video conference terpadu yang juga memungkinkan peserta untuk mengajukan pertanyaan secara real-time kepada para pembicara.
“Kami sangat apresiasi dengan antusiasme peserta daring. Ini membuktikan bahwa format hibrida semacam ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk belajar dari para ahli,” kata Dr. Ir. Supriyanto, Koordinator Program Studi Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya.
Selain presentasi formal, acara juga menampilkan sesi panel diskusi yang melibatkan para pembicara dan audiens. Dalam sesi ini, peserta dapat secara langsung mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isu-isu spesifik yang relevan dengan pekerjaan mereka. Topik-topik yang diangkat dalam sesi diskusi panel cukup beragam, mulai dari standar keselamatan kerja di lapangan, penggunaan material ramah lingkungan, hingga strategi manajemen biaya dalam proyek konstruksi.
Dampak Bagi Mahasiswa dan Komunitas Akademik
Bagi mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mandala Waluya, seminar ini memberikan wawasan praktis yang tidak dapat diperoleh dari ruang kelas tradisional. Mahasiswa dapat bertemu langsung dengan para praktisi dan leader industri, mendengarkan pengalaman nyata mereka, serta membangun networking yang berharga untuk karir profesional mereka di masa depan.
“Ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk mendengarkan langsung dari para ahli dan pemimpin industri tentang apa yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Saya jadi lebih paham bahwa selain penguasaan teknis, kami juga perlu mengembangkan soft skills dan sensitivitas terhadap isu-isu lingkungan,” ujar Diva Pratama, mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Sipil, setelah menghadiri sesi pagi acara.
Selain itu, seminar ini juga membuka peluang kolaborasi antara universitas dengan industri dan lembaga pemerintah. Beberapa perusahaan konstruksi dan lembaga pemerintah yang hadir menunjukkan minat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk magang mahasiswa, penempatan lulusan, atau penelitian bersama.
“Universitas Mandala Waluya memiliki potensi besar dalam menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai bentuk, mulai dari program magang, rekrutmen lulusan, hingga penelitian terapan,” jelas Ir. Joko Santoso, Manajer Pengembangan SDM PT. Adhi Karya, dalam kesempatan bertemu dengan pihak universitas pasca seminar.
Culinary Technology dan Sustainable Materials Showcase
Sebagai bagian dari acara, universitas juga menyelenggarakan pameran (expo) yang menampilkan berbagai produk dan teknologi terkini dalam industri konstruksi. Pameran ini dimulai pada pukul 12.00 hingga 17.00 WITA dan menarik perhatian besar dari peserta. Berbagai produsen material konstruksi ramah lingkungan, perusahaan teknologi konstruksi, dan startup inovatif membagikan booth mereka untuk memperkenalkan produk-produk terbaru.
Salah satu booth yang menarik perhatian adalah showcase mengenai sustainable building materials yang dikembangkan oleh startup lokal Kendari. Startup tersebut menampilkan batu bata ramah lingkungan yang diproduksi dari limbah industri pengolahan rumput laut, yang merupakan salah satu produk unggulan wilayah Sulawesi Tenggara.
“Kami bangga dapat menampilkan inovasi lokal ini di forum sebesar ini. Produk kami bukan hanya berkelanjutan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal dalam mengelola limbah industri,” ungkap Yunus Rahman, Founder startup tersebut.
Penutupan dan Komitmen Universitas
Penutupan acara ditandai dengan penyerahan sertifikat peserta dan pengumuman pemenang kompetisi esai yang diadakan sebelumnya. Kompetisi esai yang mengangkat tema “Solusi Inovatif untuk Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia” ini diikuti oleh 87 peserta dari berbagai universitas di Indonesia.
Dalam acara penutupan, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, menyatakan komitmen universitas untuk terus menyelenggarakan acara-acara akademik berkualitas tinggi yang dapat memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan terkemuka di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Seminar ini adalah bukti nyata dari komitmen kami dalam mengembangkan program studi Teknik Sipil agar tetap relevan dan kompetitif. Kami akan terus berupaya menghadirkan learning experience yang bermutu bagi mahasiswa kami, sambil memperkuat hubungan dengan industri dan komunitas akademis lainnya,” tutup Prof. Bambang.
Seminar Nasional dan Webinar Infrastruktur Berkelanjutan 2026 yang diselenggarakan Universitas Mandala Waluya ini menandai semakin matangnya ekosistem akademik di Kendari, khususnya dalam bidang teknik sipil dan infrastruktur. Acara yang berlangsung sukses besar ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat positioning universitas dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai stakeholder di tingkat nasional dan internasional.